Di penguhujung akhir tahun kota Pahlawan makin semarak dengan berbagai pameran. kalau Rabu kemarin Surabaya Expo Computer baru dibuka. Kemarin (11/11) Dyandra bekerja sama dengan Kreative Independent Clothing Community (KICK) Bandung menggelar acara yang diperuntukkan kawula muda Surabaya. Acaranya sendiri di gelar di Gramedia Expo mulai 11- 13 November 2011.

Pameran bertajuk Indie Clothing Expo tahun 2011 ini untuk ketiga kalinya pameran ini di gelar. Pameran yang mengutamakan brand-brand lokal mulai dari Bandung, Jakarta, Yogya dll. Yang tidak kalah dengan buatan import yang saat ini makin menjamur di pasaran “Kami mencoba melakukan revolusi merk Import yang berdatangan di Indoensia. Karena kita harus menjadi tuan rumah sendiri di negeri sendiri ,”ujar Dicky Sukmana Bisnis Development KICK.

Brand-brand Indie itu berasal dari Bandung, Yogyakarta, Malang, Jakarta, dan Surabaya. Diantara brand yang ikut pameran flashy, inspired, dloops, cosmic, noinbrand, brbl, blankwear, starcoss dll.

Tema kali ini “RED WHITE” dengan harapan anak-anak muda lebih mencintai produk lokal daripada produk import hingga saat ini keberdaannya semakin menjamur. Untuk menolak keberadaan produk luar negeri tentunya dengan cara lebih mencintai produk dalam negeri.

Surabaya merupakan kota yang sulit untuk menjual produk dalam negeri. Hal ini dikarenakan gaya hidup masyarakat Surabaya yang seringkali mendatangi mall jika ingin membeli T-Shirt “ Banyak teman-teman mencoba membuka toko pada kenyaataannya tidak lama toko-toko itu tutup. Ini disebabkan pola belanja masyarakat Surabaya masih di mall,”ungkap Diky di sela-sela konperensi pers di café Library Gramedia Expo.

Padahal produk lokal tidak kalah dengan produk luar negeri. Dari design, orang-orang muda Indonesia cukup mempunyai talent di bidang itu. Hanya saja pengusaha lokal masih kesulitan untuk mencarai bahan baku yang nyaman dipakai. Seperti di Thailand
produksi kapasnya bagus dan terbaik no 2 di dunia. Diky mengatakan pengusaha T-Shirt yang tergabung di KICK membeli bahan tersebut dengan cara patungan karena harganya mahal sekali jika membeli secara individu.

Tahun 2010 KICK mencoba memberanikan diri dengan membuka pameran di Singapura hasilnya diluar dugaan. Responnya luar biasa, hasil penjualan selama pameran nilainya cukup fantastis. Sementara barang yang dijual produk dalam negeri semua.

Indie Clothing Expo kali ini 70 brand yang ikut dalam pameran, target pengunjung angka sama dengan tahun kemarin “Untuk pengunjung kami targetkan 45 ribu pengunjung sama seperti tahun 2010 kemarin ,”ungkap Diky. Harga yang ditawarkan tentunya bervariasi dan terjangkau kocek kawula. Pihak Dyandra sendiri juga menawarkan beberapa kejutan bagi pengunjung.